“STEMPEL BASAH”: CERPEN DOSEN FEBI YANG LOLOS SAYEMBARA TINGKAT NASIONAL

BANYUWANGI — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, Hari Purnomo, M.E., berhasil lolos dalam Sayembara Menulis Sastra yang diselenggarakan Jaringan Gusdurian pada April 2026. Hari Purnomo terpilih dalam seleksi sebagai salah satu penulis, pada Minggu (10/5/26) dalam unggahan akun Instagram @Jaringan Gusdurian.

Dalam ajang bertema “9 Nilai Utama Gus Dur” tersebut, Hari tampil melalui cerpen berjudul Stempel Basah. Karya itu menghadirkan potret masyarakat modern yang dinilai semakin terjebak dalam budaya formalitas, birokrasi, dan orientasi ekonomi, hingga perlahan kehilangan nilai akar kebudayaannya.

PENGUMUMAN: Informasi seleksi Menulis Sastra dalam unggahan instagram jaringan gusdurian, pada Minggu (10/5/26).

Hari dikenal sebagai akademisi yang memiliki perhatian terhadap isu sosial dan budaya. Baginya, ilmu ekonomi tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki hubungan erat dengan kehidupan manusia, termasuk cara masyarakat memandang pendidikan, budaya, dan nilai sosial.

Gagasan yang dibawa Hari dinilai sejalan dengan pemikiran humanisme Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang selama hidupnya dikenal memperjuangkan kebebasan berpikir, keberagaman, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Menurut Hari, generasi muda saat ini harus mampu menjadi manusia unggul tanpa kehilangan identitas budaya dan kepekaan sosialnya. Ia juga menilai penguatan budaya lokal menjadi penting di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat.

“Penguatan benteng kebudayaan lokal menjadi sangat penting untuk menjaga warisan nilai yang telah ditanamkan para guru bangsa,” katanya.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa dunia akademik dapat hadir tidak hanya melalui penelitian ilmiah, tetapi juga lewat karya sastra yang membawa pesan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat luas.